Semarang — Kami dari SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang melaksanakan shalat istisqa pada Kamis, 3 September 2026 bertepatan dengan 21 Rabiul Awal 1448 Hijriah, bertempat di lapangan sekolah kami, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai ikhtiar dan permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Apa Itu Shalat Istisqa?
Shalat istisqa merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan umat Islam sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, khususnya pada masa kemarau panjang atau kekeringan. Berdasarkan penjelasan NU Online, tata cara shalat istisqa pada dasarnya serupa dengan shalat Idul Fitri dan Idul Adha, yaitu dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah, dengan tambahan bacaan takbir pada tiap rakaatnya, dan dilanjutkan dengan khutbah setelah shalat selesai.
Shalat istisqa telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan dalam hadits, dan hukum melaksanakannya adalah sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan bagi umat Islam ketika membutuhkan turunnya hujan.
Pelaksanaan Shalat Istisqa di SMP Islam Sultan Agung 4
Dalam pelaksanaan shalat istisqa kali ini, kami menunjuk Bapak AH Solihul Hadi, M.Pd, selaku Kepala Sekolah kami, untuk bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Sementara itu, tugas sebagai bilal dipercayakan kepada Bapak Mustakim, S.Pd. Seluruh warga sekolah kami himbau untuk membawa sajadah pribadi masing-masing sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan shalat berjamaah di lapangan terbuka.
Kegiatan shalat istisqa ini kami laksanakan dengan mengangkat semangat kebersamaan dan kekhusyukan, mengingat pentingnya doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi cuaca yang membutuhkan turunnya hujan.
Makna dan Nilai Pendidikan dari Shalat Istisqa
Kami meyakini bahwa pelaksanaan shalat istisqa bukan sekadar ritual ibadah semata, melainkan juga sarana pendidikan karakter bagi seluruh santri kami. Melalui kegiatan ini, kami mengajarkan bahwa segala sesuatu — termasuk hujan sebagai salah satu nikmat Allah SWT — sepatutnya dimohonkan dengan penuh kerendahan hati, bukan dianggap sebagai sesuatu yang datang dengan sendirinya.
Salah satu ayat Al-Qur’an yang relevan dengan tema ini berbunyi: “Dan Dialah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan.” Ayat ini menjadi pengingat bagi kami bahwa hujan merupakan salah satu rahmat besar Allah SWT yang menopang kehidupan seluruh makhluk di bumi, sehingga sudah sepatutnya kita memohonnya dengan doa dan ikhtiar, bukan sekadar menunggu.
Kami berharap kegiatan shalat istisqa ini dapat menumbuhkan kesadaran spiritual santri kami akan pentingnya berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap kondisi kehidupan, termasuk dalam hal-hal yang berkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar.
Penutup
Melalui pelaksanaan shalat istisqa ini, kami berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat di sekitar lingkungan kami. Kami juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi bagian dari pembiasaan ibadah dan penguatan karakter religius santri di SMP Islam Sultan Agung 4.



